Tantangan dan Peluang Lembaga Pendidikan Islam

Webinar Prodi MPI INSUD Lamongan, STAI Al-Kalam Rembang, Prodi MPI STITNU Al-Farabi. (21/3/2021)

Pandemi COVID-19 memberikan pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia bidang, termasuk di bidang pendidikan. Secara langsung maupun tidak langsung hal ini menjadi tantangan dan peluang bagi lembaga pendidikan Islam.

Menghadapi hal ini, Prodi MPI INSUD bekerjasama dengan  STAI Al-Kamal, Rembang Jawa Tengah, dan Prodi MPI STITNU Al-Farabi, Pangandaran Jawa Barat menyelenggarakan Webinar Nasional dengan mengusung tema “Tantangan dan Peluang Lembaga Pendidikan Islam di Era Pandemi Covid-19” pada (21/3/2021).

Narasumber dalam kegiatan ini yaitu Muhammad Haris, M.Pd.I. (Dosen Prodi MPI INSUD), Muhammad Rouf, M.Pd.I. (Ketua LP2M STAI Al-Kamal) dan Yayat Hidayat, M.Pd.I. (Ketua Prodi MPI STITNU Al Farabi Pangandaran). Kegiatan ini dimoderatori oleh Laylia Zahrotus Sa’ada, S.Pd. (Alumni MPI INSUD Lamongan yang kini menempuh pendidikan pasca sarjana di UIN Malang).

Laylia Zahrotus Sa’ada, S.Pd., moderator webinar

Perubahan sosial dan penyesuaian diri pelaku dan pengelola pendidikan merupakan sebuah keniscayaan. Teknologi informasi dan komunikasi semakin dirasa penting untuk mendukung upaya menyelesaikan berbagai permasalahan terkait keberlanjutan proses belajar. Kondisi yang nyata dihadapi ialah proses belajar harus lebih kreatif dan inovatif memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Keterampilan pengelola pendidikan dan pengajar untuk beradaptasi harus segera ditingkatkan.

Muhammad Haris, M.Pd.I (Dosen Prodi MPI INSUD Lamongan Jawa Timur)

Menurut Muhammad Haris, M.Pd.I., pengelola lembaga pendidikan harus lebih kreatif dan inovatif serta mempertimbangkan kesiapan dan kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran. Lembaga pendidikan harus bekerja sama seluas-luasnya untuk membuat pengembangan diri dan menjawan tantangan serta peluang yang ada.

Muhammad Rouf M.Pd.I., Ketua LP2M STAI Al-Kamal Rembang Jawa Tengah

Senada dengan itu, Muhammad Rouf M.Pd.I., menyatakan bahwa lembaga harus sadar dengan segala tantangan yang ada, baik itu disrupsi teknologi, perubahan sosiokultural. Lembaga pendidikan diharapkan bisa memberikan skill yang bisa digunakan menjawab tantangan, perubahan iklim juga mendorong untuk menemukan energi baru, lembaga pendidikan harus beradaptasi dengan situasi pandemi dan membuat langkah-langkah yang dapat menyelesaikan segala permasalahan.

Lembaga pendidikan juga harus mematuhi kebijakan pemerintah yang pada prinsipnya mengutamakan kesehatan dan keselamatan dalam proses pembelajaran serta mempertimbangkan layanan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan peserta didik.  

Yayat Hidayat, M.Pd.I., Ketua Prodi MPI STITNU Al Farabi Pangandaran Jawa Barat

Menanggapi tantangan dan peluang dalam situasi ini, Yayat Hidayat, M.Pd.I. menyatakan bahwa lembaga pendidikan Islam harus memperhatikan kebutuhan peserta didik. Manajemen pendidikan tinggi hendaknya dilakukan dengan berbasis pada kebutuhan mahasiswa. Kampus juga harus bersinergi untuk mengembangkan budaya akademik yang baik. Penerapan kampus merdeka dan merdeka belajar diupayakan untuk memberikan keleluasaan mahasiswa dalam belajar dan mengembangkan potensi diri.

Kegiatan kerjasama ini merupakan salah satu upaya untuk bersinergi antar lembaga pendidikan Islam. Semoga bisa diselenggarakan lagi kegiatan yang serupa guna meningkatkan kualitas masing-masing lembaga dan civitas akademik. Kerja sama antar lembaga pendidikan dapat dilakukan dalam bidang akademik maupun non akademik.

Materi dari narasumber dapat diakses di link berikut:

https://s.id/MateriWebinarNasional21Maret2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *