Peran Perempuan Dalam Pengembangan Pendidikan Di Masa Pandemi

Webinar Nasional Prodi MPI INSUD, STAI Hubbul Wathan, Duri Riau, dan Prodi MPI IAIN Bone, Sulawesi

Perubahan kebiasaan yang diakibatkan oleh COVID-19 ini berdampak pada setiap bidang kehidupan manusia, tak tekecuali pendidikan. Kesetaraan gender menjadi sebuah alasan bagi perempuan agar bisa ikut andil dan memiliki peran dalam pengembangan pendidikan.

Menanggapi hal itu, Prodi MPI INSUD bekerjasama dengan  STAI Hubbul Wathan, Duri Riau, dan Prodi MPI IAIN Bone, Sulawesi, menyelenggarakan Webinar Nasional dengan mengusung tema “Peran Perempuan dalam Pengembangan Pendidikan di Era Pandemi COVID-19” pada (04/04/2021).

Dalam kesempatan ini, Hj Aminatun Habibah (Wakil Bupati Gresik, Jawa Timur) dan Dr. H. Ahmad Iwan Zunaich, Lc., MM., M.Pd.I (Rektor INSUD Lamongan) bertindak sebagai pembicara utama. Ulasan berikutnya disampaikan oleh tiga pembicara dari kampus masing-masing, yaitu Nova Yanti, S.Ag., M.Pd.I (Dosen Prodi STAI Hubbul Wathon Duri Riau), Fitriani, M.Pd.I (Dosen Prodi MPI IAIN Bone Sulawesi) dan Hidayatul Mufidah, M.Pd (Dosen Prodi MPI INSUD Lamongan). Kegiatan ini dimoderatori oleh Anisatun Nur Laili, M.Pd (Dosen Prodi MPI INSUD Lamongan).

Perubahan sistem di dunia pendidikan mendorong manusia khususnya perempuan, untuk berkembang dan melakukan penyesuaian terhadap situasi dan kondisi. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi alternatif untuk menunjang aktivitas belajar. Akan tetapi, kebosanan menjadi momok besar dalam kegiatan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Sehingga membutuhkan inovasi agar bisa melakukan penyesuaian.

Menurut, Nova Yanti, S.Ag., M.Pd.I, Perempuan harus bisa menjadi mediator, fasilitator dan motivator serta inspirator peserta didik dalam proses pembelajaran. Perempuan harus beradaptasi dengan segala tantangan dunia pendidikan dan berupaya memunculkan inovasi bagi dunia pendidikan.

Menambahkan hal itu, Fitriani, M.Pd, menyatakan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam proses pengajaran, tetapi juga dalam kepemimpinan. Perempuan lebih memiliki toleransi sehingga lebih mudah mengantisipasi permasalahan. Perempuan juga diharapkan bisa lebih terbuka dan lebih dapat menerima masukan, sehingga bisa menjadi konsultan untuk memecahkan permasalahan pendidikan.

Senada dengan hal itu, Hidayatul Mufidah, M.Pd. menyatakan bahwa perempuan diharapkan bisa memahami perbedaan kemampuan anak dalam menghadapi pola hidup baru dan memberikan contoh baik serta sabar mendampingi anak belajar.

Kegiatan kerjasama ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kerjasama prodi MPI dengan berbagai pihak. Semoga dengan adanya kegiatan kerjasama ini bisa membantu kualitas SDM masing masing lembaga dan civitas akademik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *