ALUMNI

Kolom Alumni

Pendidikan Nasional Menghadapi Perubahan[1]

Oleh: Layliya Zahrotus Sa’ada[2]

            Pendidikan merupakan hal yang lumrah kita ketahui. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti, jasmani, dan juga pikiran anak menuju kesempurnaan hidup serta agar anak selaras dengan alam dan masyarakat. Sedangkan imam ghazali mengartikan pendidikan sebagai proses yang ditempuh seseorang dalam rangka memberdayakan dirinya. Pendidikan juga dapat kita artikan sebagai proses pembelajaran bagi setiap individu untuk menggali potensinya agar dapat memahami apa yang ada di lingkungan masyarakat, negara, maupun dunia.

            Pendidikan sangat dibutuhkan bagi seluruh kalangan masyarakat di Indonesia, tidak memandang kaya atau miskin, tua atau muda, besar atau kecil, dsb. Pendidikan juga tidak mengenal waktu dan tempat, seperti yang ada sebuah hadits yang berarti “tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina” dan “tuntutlah ilmu dari dalam buaian ibu sampai ke liang lahat”. Maka dari itu suatu pendidikan sangat penting bagi kita semua.

            Pendidikan bukan hanya pada saat kita berada di sekolah saja, dan hanya bisa diberikan oleh pendidik. Semua orang bisa melakukan pendidikan dimanapun, seperti contoh ketika kita masih bayi dan kita diajari oleh ibu kita bagaimana caranya makan, minum, berjalan ataupun yang lainnya itu juga termasuk dalam artian pendidikan. Kita belajar dari orang lain bagaimana cara berbuat baik kepada sesama manusia itu juga termasuk sebuah pendidikan. Jadi pendidikan bukan melulu soal belajar di sekolah dengan beberapa macam mata pelajaran yang disediakan, namun setiap hal yang ada disekeliling kita adalah suatu pendidikan. Seperti yang dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara “Jadikan setiap tempat adalah sekolah dan jadikan semua orang adalah seorang guru

            Dalam melakukan suatu pendidikan, guru atau pendidik sangat berperan, karena seorang guru harus mampu menjadi seseorang yang “digugu dan ditiru” atau dapat diartikan seorang guru harus bisa dipercaya dan dapat menjadi panutan bagi peserta didiknya. Selain itu seorang guru harus bisa menjalankan tugasnya seperti semboyan yang diucapkan oleh Ki Hajar Dewantara “ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun kersa, tut wuri handayani” yang berarti jika di depan peserta didik, seorang pendidik harus mampu memberikan contoh serta panutan kepada peserta didiknya, jika di tengah pendidik harus mampu membangkitkan niat atau kemauan, dan semangat untuk belajar kepada peserta didiknya, dan jika di belakang pendidik harus mampu memberikan dorongan atau semangat kepada peserta didiknya.

            Jika kita kaitkan dengan kondisi pada saat pandemi covid-19 ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa pembelajaran bisa dilakukan dimanapun, dan kita menyadari bahwa betapa sulitnya tugas guru dalam mengajar peserta didiknya, bagaimana tantangan yang dihadapi guru ketika mengajar anak didiknya secara efektif, dan masih banyak lagi. Jadi peran orang tua juga sangat berperan penting dalam pembelajaran peserta didik. karena dengan kolaborasi antara guru, peserta didik, dan orang tua akan menciptakan suatu pendidikan yang efektif, seperti yang dikatakan oleh Menteri Pendidikan Indonesia Nadiem Makarim “pendidikan yang efektif itu membutuhkan kolaborasi yang efektif dari ketiga pihak ini, dan tanpa ada kolaborasi itu, pendidikan yang efektif tidak mungkin bisa terjadi”.

            Maka dari itu saya harap pendidikan di Indonesia lebih berkualitas dan dapat berpengaruh terhadap kehidupan anak bangsa, karena pendidikan merupakan pijakan untuk masa depan anak bangsa, dengan memberikan fasilitas yang baik seperti seorang pendidik yang kompeten serta profesional dan berkarakter, semoga dapat merubah wajah pendidikan yang ada di Indonesia. Selain itu para orang tua seharusnya mendampingi anaknya dalam kegiatan pembelajaran di rumah, agar ada kolaborasi yang baik antara sekolah dan orang tua, dan percayakan anak anda kepada sekolah atau pendidik agar menjadi anak yang berguna bagi nusa, bangsa, dan negara.

Terus berkembang Pendidikan Indonesia, ciptakan generasi anak bangsa yang berkualitas dan berdedikasi tinggi serta mempunyai daya saing di ranah pendidikan dunia, Selamat Hari Pendidikan (2 Mei 2020)


[1] ditulis dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2020

[2] Alumni MPI INSUD angkatan 2015, Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang,